RESPON CEPAT SAT POLAIRUD POLRES BANGKA TENGAH SELAMATKAN DUA NELAYAN SAAT BAGAN ROBOH DITERJANG OMBAK DI PERAIRAN BEBUAR
Tribratanewsbangkatengah – Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Tengah bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan terhadap dua nelayan yang terjebak di atas bagan yang roboh akibat dihantam gelombang tinggi di Karang Tukul, Perairan Bebuar, Minggu (7/6/2026).
Aksi penyelamatan dilakukan setelah Pos Polair Kurau menerima laporan dari nelayan setempat sekitar pukul 10.45 WIB mengenai kondisi bagan yang mengalami kerusakan parah akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Saat kejadian, dua (2) nelayan bernama Anuar dan Nopi masih berada di atas bagan dan membutuhkan pertolongan segera.
Mendapatkan informasi tersebut, dua (2) personel Sat Polairud Polres Bangka Tengah, yakni Briptu M. Rifqi Pratama dan Bripda Genta, bersama dua (2) nelayan setempat langsung bergerak menuju lokasi menggunakan perahu bermesin 40 PK.
Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi kejadian, tim penyelamat tiba sekitar pukul 13.50 WIB dan segera melaksanakan proses evakuasi terhadap kedua (2) nelayan beserta sejumlah peralatan penangkapan ikan yang masih dapat diselamatkan.
Selanjutnya korban dibawa menggunakan kapal penyelamat menuju Pos Polair Kurau dalam keadaan selamat.
Sekitar pukul 16.00 WIB, personel Sat Polairud bersama para nelayan berhasil kembali ke Pos Polair Kurau dan kedua korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas IPDA Dedi Sudrajat mengatakan bahwa respons cepat yang dilakukan personel Sat Polairud merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di wilayah perairan Bangka Tengah.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kami. Dalam situasi darurat seperti ini, Polri akan selalu berupaya hadir dan memberikan pertolongan secepat mungkin. Kami juga mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, mengingat kondisi perairan dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar Dedi.
Sementara itu, salah satu nelayan yang berhasil diselamatkan, Anuar, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh personel Sat Polairud Polres Bangka Tengah.
“Pada saat itu saya sedang melaut menuju ke bagan saya, tetapi cuaca sedang buruk sehingga bagan saya roboh. Akhirnya kami meminta pertolongan untuk menghubungi Sat Polair Polres Bangka Tengah. Saya bersyukur sekali bantuan datang sesuai yang saya harapkan. Saya mengucapkan terima kasih karena sangat terbantu sekali oleh personel Sat Polairud yang datang menyelamatkan kami,” ungkap Anuar.
Polres Bangka Tengah mengimbau kepada seluruh nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, melengkapi perlengkapan keselamatan, serta tidak memaksakan aktivitas di laut apabila cuaca memburuk.
Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi darurat yang memerlukan penanganan cepat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.
